Minggu, 25 Oktober 2015
PELANGGARAN ETIKA DALAM PENGGUNAAN MEDIA INTERNET
Ringkasan ini tidak tersedia. Harap
klik di sini untuk melihat postingan.
Sabtu, 03 Oktober 2015
Peranan Dan Manfaat Etika Bisnis Dalam Bidang Pemasaran, Sumber Daya Manusia, Dan Teknologi Informasi
Peranan Dan Manfaat Etika Bisnis Dalam Kegiatan Bidang Pemasaran, Sumber Daya Manusia, Keuangan Dan Teknologi Informasi
Sabtu, 20 Juni 2015
Kamis, 18 Juni 2015
KISAH TRAGEDI PEMBANTAIAN ETNIS MUSLIM ROHINGYA DARI DULU HINGGA KINI
KISAH TRAGEDI PEMBANTAIAN ETNIS MUSLIM ROHINGYA DARI DULU HINGGA KINI
Senin, 15 Juni 2015
Jumat, 15 Mei 2015
Laporan Ilmiah
LAPORAN ILMIAH
Definisi dari Laporan Ilmiah menurut :
Laporan yang disusun melalui tahapan berdasarkan teori tertentu dan menggunakan metode ilmiah yang sudah disepakati oleh para ilmuwan. E.Zaenal Arifin (1993).
Karangan ilmiah adalah tulisan yang mengandung kebenaran secara obyektif karena didukung oleh data yang benar dan disajikan dengan penalaran serta analisis yang berdasarkan metode ilmiah. Nafron Hasjim & Amran Tasai (1992).
Laporan tertulis dan diterbitkan yang memaparkan hasil penelitian atau pengkajian yang telah dilakukan oleh seseorang atau sebuah tim dengan memenuhi kaidah dan etika keilmuan yang dikukuhkan dan ditaati oleh masyarakat keilmuan.(Wikipedia)
Unsur-unsur kerangka laporan
Unsur-unsur yang ada dalam kerangka laporan terdiri dari :
- Bagian awal, terdiri atas :
- Halaman judul: judul, maksud, tujuan penulisan, identitas penulis, instansi asal, kota penyusunan, dan tahun
- Halaman pengesahan (jika perlu)
- Halaman motto/semboyan (jika perlu)
- Halaman persembahan (jika perlu)
- Prakata;
- Daftar isi;
- Daftar tabel (jika ada)
- Daftar grafik (jika ada)
- Daftar gambar (jika ada)
- Abstak : uraian singkat tentang isi laporan
- Bagian Isi
- Bab I Pendahuluan berisi tentang
(1)Latar belakang
(2)Identitas masalah
(3)Pembatasan masalah
(4)Rumusan masalah
(5)Tujuan dan manfaat
- Bab II : Kajian Pustaka
- Bab III : Metode
- Bab IV : Pembahasan
- Bab V : Penutup
- Bagian Akhir
- Daftar Pustaka
- Daftar Lampiran
- Indeks : daftar istilah
Manfaat Penyusunan Laporan
Manfaat penyusunan laporan ilmiah adalah berikut:
- Melatih untuk mengembangkan keterampilan membaca yang efektif;
- Melatih untuk menggabungkan hasil bacaan dari berbagai sumber;
- Mengenalkan dengan kegiatan kepustakaan;
- Meningkatkan pengorganisasian fakta/data secara jelas dan sistematis;
- Memperoleh kepuasan intelektual;
- Memperluas cakrawala ilmu pengetahuan;
- Sebagai bahan acuan/penelitian pendahuluan untuk penelitian selanjutnya.
Rancangan Usulan Penelitian
Rancang usulan penelitian adalah langkah awal sebelum suatu penelitian akan dimulai yang berguna untuk membuat kerangka awal sebuah penelitian serta memperkirakan penelitian yang akan dihadapi dan rancangan alteratif penyelesaiannya.
Manfaat Rancangan Usulan Penelitian
- Menegaskan kedalaman (intensitas) dan keleluasaan (ekstensitas) penelitian.
- Sebagai kerangka awal operasional penelitian (blue print).
- Mengetahui kelemahan hasil penelitian.
- Memperkirakan penelitian yang akan dihadapi dan rancangan alteratif penyelesaiannya.
Bentuk Rancangan Usulan Penelitian
Suatu penelitian itu mungkin bermaksud dan bertujuan untuk memperoleh data informasi dan kemudian untuk bahan menulis. Misalnya
- Makalah untuk seminar, simposium, dan pertemuan ilmiah lainnya
- Karangan ilmiah
- Skripsi
d.Tesis magister/disertasi doctor
e.Laporan proyek
Isi Rancangan Usulan Penelitian
Isi dari Rancangan Usulan Penelitian terdiri dari beberapa macam yaitu :
- Bagian awal : Judul, Identitas Penulis, Tanggal Pengajuan.
- Bagian Utama : Perumusan Masalah, Tujuan dan Kegunaan Penelitian, erangka Pemikiran Teoritis, Hipotesis, Metode Penelitian dan Jadwal Penelitian
- Bagian Akhir : Daftar Pustaka dan Daftar Riwayat Hidup
Contoh Rancangan Usulan Penelitian
SUMBER
Pengertian Karangan Ilmiah, Non Ilmiah dan Metode Ilmiah
Posted: April 18, 2015 in Uncategorized
0
- Karangan Ilmiah
Pengertian
Karangan merupakan karya tulis hasil dari kegiatan seseorang untuk mengungkapkan gagasan dan menyampaikanya melalui bahasa tulis kepada pembaca untuk dipahami. Lima jenis karangan yang umum dijumpai dalam keseharian adalah narasi, deskripsi, eksposisi, argumentasi, dan persuasi.
Sedangakan Karangan Ilmiah adalah laporan tertulis dan diterbitkan yang memaparkan hasil penelitian atau pengkajian yang telah dilakukan oleh seseorang atau sebuah tim dengan memenuhi kaidah dan etika keilmuan yang dikukuhkan dan ditaati oleh masyarakat keilmuan.
Jenis-jenis karangan ilmiah
Ada beberapa jenis karangan ilmiah yaitu terdiri dari :
- Laporan Penelitian
- Makalah Seminar / Simposium
- Artikel Jurnal
- Skripsi
- Dan laporan-laporan lain yang bersifat keilmuwan.
Data, simpulan, dan informasi lain yang terkandung dalam karya ilmiah tersebut dijadikan acuan bagi ilmuwan lain dalam melaksanakan penelitian atau pengkajian selanjutnya.
Ciri-ciri karangan ilmiah
Ciri-ciri karangan ilmiah antara lain :
- Laporan yang berisi gagasan atau analisis yang berhubungan mengenai suatu ilmu
- Bahasa yang digunakan dalam karya ilmiah adalah bahasa baku yang tercermin dari pilihan kata/istilah, dan kalimat-kalimat yang efektif dengan struktur yang baku.
- Sikap penulis dalam karya ilmiah adalah objektif, yang disampaikan dengan menggunakan gaya bahasa impersonal, dengan banyak menggunakan bentuk pasif, tanpa menggunakan kata ganti orang pertama atau kedua.
- Struktur sajian karya ilmiah sangat ketat, biasanya terdiri dari bagian awal (pendahuluan), bagian inti (pokok pembahasan), dan bagian penutup.
- Terdapat sistematika penulisan, semua karya ilmiah mengandung pendahuluan, bagian inti, penutup, dan daftar pustaka. Artikel ilmiah yang dimuat dalam jurnal mempersyaratkan adanya abstrak.
Contoh Karangan Ilmiah
-Pelayanan Pendidikan yang Berkualitas Dapat Mengembangkan Potensi Peserta Didik Secara Maksimal (http://www.seocontoh.com/2014/03/contoh-karya-ilmiah-tentang-pendidikan.html)
– Dampak Globalisasi Terhadap Pendidikan
– Dampak Globalisasi Terhadap Pendidikan
B. Karangan Non-Ilmiah
Pengertian
Karangan Non-Ilmiah adalah suatu tulisan yang berisi tentang cerita atau karangan yang bersifat fiksi. Pada dasarnya karangan non-ilmiah merupakan tulisan yang berisikan hiburan atau bukan berisi tentang tulisan mengenai objek tertentu yang di teliti seperti pada karangan ilmiah.
Jenis-jenis Karangan Non Ilmiah
Jenis-jenis karangan non ilmiah ini juga dibagi menjadi, sebagai berikut :
- Dongeng
- Novel
- Cerpen
- Roman
Ciri-ciri Karangan Non Ilmiah
- Ditulis berdasarkan fakta pribadi,
- Fakta yang disimpulkan subyektif,
- Gaya bahasa konotatif dan populer,
- Tidak memuat hipotesis,
- Penyajian dibarengi dengan sejarah,
- Bersifat imajinatif,
- Situasi didramatisir,
- Bersifat persuasif.
- Tanpa dukungan bukti
Contoh Dari karangan Non Ilmiah
Cerita Malin Kundang Anak durhaka
Si Kabayan
C. Metode Ilmiah
Pengertian
Adalah Metode Ilmiah merupakan suatu proses keilmuan dalam memperoleh pengetahuan secara sistematatis berdasarkan bukti yang nyata guna memperoleh penyelesaian dari permasalahan yang sedang dihadapi. Proses keilmuan dilakukan untuk memperoleh pengetahuan secara sistematis berdasarkan bukti fisik. Sistematis disini memiliki arti bahwa dalam usaha menemukan kebenaran dan menjabarkan pengetahuan yang diperoleh menggunakan langkah-langkah tertentu yang teratur dan terarah sehingga menjadi suatu keseluruhan yang terpadu.
Tujuan Mempelajari Metode Penulisan Ilmiah
Tujuan dari Mempelajari Metode Penulisan Ilmiah adalah :
- Sebagai dasar membuat Penulisan Ilmiah
- Meningkatkan keterampilan dalam mengorganisasikan dan menyajikan fakta secara sistematis,
- Meningkatkan keterampilan dalam menulis berbagai karya tulis, dan
- Meningkatkan pengetahuan tentang mekanismen penulisan karangan ilmiah.
Sikap Ilmiah
Sikap Ilmiah adalah suatu sikap yang menerima pendapat orang lain dengan baik dan benar yang tidak mengenal putus asa serta dengan ketekunan juga keterbukaan. Sikap ilmiah merupakan sikap yang harus ada pada diri seorang ilmuwan atau akademisi ketika menghadapi persoalan-persoalan ilmiah untuk dapat melalui proses penelitian yang baik dan hasil yang baik pula.
Langkah-langkah Penulisan Ilmiah
Langkah Pertama
Penulis menentukan judul Penulisan Ilmiah kemudian dilanjutkan dengan melakukan penulisan BAB 1 yang terdiri dari :
- Latar Belakang
- Rumusan masalah
- Tujuan penulisan
- Manfaat Penulisan
- Batasan Masalah
Langkah Kedua
Setelah selesai pada BAB 1, penulis melanjutkan tulisan ke BAB 2. Yang berisi tentang teori-teori yang digunakan pada penelitian atau penulisan ilmiah. Kemudian pada BAB 3 berisikan tentang Objek Penelitian, populasi, sampel dan metode penelitian yang digunakan untuk meneliti objek penlitian.
Langakah Ketiga
Pada BAB 4 penulis melakukan penelitian. Pada dasarnya penelitian dibagi menjadi 2 jenis. Yaitu penelitian kualitatif dan penelitian kuantitatif. Pada bab ini penulis mengumpulkan data dan selanjutnya data diolah dengan metode penelitian sampai akhirnya terdapat hasil analisis dari penelitian tersebut.
Sumber :
Senin, 20 April 2015
karangan ilmiah, karangan non ilmiah, metode ilmiah
AFIFAH SETYANINGRUM
1B214902
3EA245
TUGAS SOFTSKILL BAHASA INDONESIA
KARANGAN ILMIAH
1.
Pengertian Karangan Ilmiah
“Karangan ilmiah merupakan suatu
karangan atau tulisan yang diperoleh sesuai dengan sifat keilmuannya dan
didasari oleh hasil pengamatan, peninjauan, penelitian dalam bidang tertentu,
disusun menurut metode tertentu dengan sistematika penulisan yang bersantun
bahasa dan isisnya dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya/
keilmiahannya.”—Eko Susilo, M. 1995:11
Karangan ilmiah adalah suatu karangan dalam bidang
ilmu pengetahuan (science) dan teknologi yang
berbentuk ilmiah. Suatu karangan dapat dikatakan ilmiah apabila proses
perwujudannya lewat metode ilmiah. Jonnes (1960)
memberikan ketentuan ilmiah, antara lain dengan sifat fakta yang disajikan dan
metode penulisannya.
Bila fakta yang disajikan berupa fakta umum yang
obyektif dan dapat dibuktikan benar tidaknya serta ditulis secara ilmiah, yaitu
menurut prosedur penulisan ilmiah, maka karangan tulis tersebut dapat
dikategorikan karangan ilmiah, sedangkan bilamana fakta yang disajikan berupa
dakta pribadi yang subyektif dan tidak dapat dibuktikan benar tidaknya serta
tidak ditulis secara ilmiah, karangan tulis tersebut termasuk karangan tulis
non ilmiah.
2. Macam-Macam Karangan
Ilmiah
1. Skripsi; adalah karangan tulis (ilmiah) mahasiswa
untuk melengkapi syarat mendapatkan gelar sarjana (S1). Skripsi ditulis
berdasarkan pendapat (teori) orang lain. Pendapat tersebut didukung data dan
fakta empiris-obyektif, baik berdasarkan penelitian langsung, observasi
lapangan / penelitian di laboratorium, ataupun studi kepustakaan. Skripsi
menuntut kecermatan metodologis hingga menggaransi ke arah sumbangan material
berupa penemuan baru.
2. Tesis; adalah jenis karangan tulis dari hasil
studi sistematis atas masalah. Tesis mengandung metode pengumpulan, analisis
dan pengolahan data, dan menyajikan kesimpulan serta mengajukan rekomendasi.
Orisinalitas tesis harus nampak, yaitu dengan menunjukkan pemikiran yang bebas
dan kritis. Penulisannya baku dan tesis dipertahankan dalam sidang. Tesis juga
bersifat argumentative dan dihasilkan dari suatu proses penelitian yang memiliki
bobot orisinalitas tertentu.
3. Disertasi; adalah karangan tulis ilmiah resmi akhir
seorang mahasiswa dalam menyelesaikan program S3 ilmu pendidikan. Disertasi
merupakan bukti kemampuan yang bersangkutan dalam melakukan penelitian yang
berhubungan dengan penemuan baru dalam salah satu disiplin ilmu pendidikan.
3. Sifat karya ilmiah
1.
Lugas dan tidak emosional : Mempunyai satu arti, sehingga tidak
ada tafsiran sendiri-sendiri (interprestasi yang lain).
2.
Logis : Disusun berdasarkan urutan yang konsisten
3.
Efektif : Satu kebulatan pikiran, ada penekanan dan pengembangan.
4.
Efisien : Hanya mempergunakan kata atau kalimat yang penting dan
mudah dipahami.
5.
Ditulis dengan bahasa Indonesia yang baku
4. Bentuk Karangan
Ilmiah
1. Karangan
Ilmiah Berbentuk Makalah
Makalah pada
umumnya disusun untuk penulisan didalam publikasi ilmiah, misalnya jurnal ilmu
pengetahuan, proceeding untuk seminar bulletin, atau majalah
ilmu pengetahuan dan sebagainya. Maka ciri pokok makalah adalah singkat, hanya
pokok-pokok saja dan tanpa daftar isi.
2. Karangan
Ilmiah Berbentuk Report/ Laporan Ilmiah Yang Dibukukan
Karangan
ilmiah jenis ini biasanya ditulis untuk melaporkan hasil-hasil penelitian,
observasi, atau survey yang dilakukan oleh seseorang atau kelompok orang.
Laporan ilmiah yang menjadi persyaratan akademis di perguruan tinggi biasanya
disebut Skripsi, yang biasanya dijadikan persyaratan untuk karangan ilmiah
jenjang S1, Tesis untuk jenjang S2, dan Disertasi untuk jenjang S3.
3. Buku
Ilmiah
Buku ilmiah
adalah karangan ilmiah yang tersusun dan tercetak dalam bentuk buku oleh sebuah
penerbit buku umum untuk dijual secara komersial di pasaran. Buku ilmiah dapat
berisi pelajaran khusus sampai ilmu pengetahuan umum yang lain.
5. Ciri-Ciri Karangan
Ilmiah
1. Struktur
Sajian
Struktur
sajian karangan ilmiah sangat ketat, biasanya terdiri dari bagian awal
(pendahuluan), bagian inti (pokok pembahasan), dan bagian penutup. Bagian awal
merupakan pengantar ke bagian inti, sedangkan inti merupakan sajian gagasan
pokok yang ingin disampaikan yang dapat terdiri dari beberapa bab atau
subtopik. Bagian penutup merupakan kesimpulan pokok pembahasan serta
rekomendasi penulis tentang tindak lanjut gagasan tersebut.
2. Komponen
dan Substansi
Komponen
karangan ilmiah bervariasi sesuai dengan jenisnya, namun semua karangan ilmiah
mengandung pendahuluan, bagian inti, penutup, dan daftar pustaka. Artikel
ilmiah yang dimuat dalam jurnal mempersyaratkan adanya abstrak.
3. Sikap
Penulis
Sikap
penulis dalam karangan ilmiah adalah objektif, yang disampaikan dengan
menggunakan gaya bahasa impersonal, dengan banyak
menggunakan bentuk pasif, tanpa menggunakan kata ganti orang pertama atau
kedua.
4.
Penggunaan Bahasa
Bahasa yang
digunakan dalam karangan ilmiah adalah bahasa baku yang tercermin dari pilihan
kata / istilah, dan kalimat-kalimat yang efektif dengan struktur yang baku.
Untuk contoh karangan ilmiah silahkan klik di bawah
ini!
KARANGAN NON ILMIAH
1. Pengertian
Karangan Non-Ilmiah
Karangan non-ilmiah adalah karangan
yang menyajikan fakta pribadi tentang pengetahuan dan pengalaman dalam
kehidupan sehari-hari, bersifat subyektif, tidak didukung fakta umum, dan
biasanya menggunakan gaya bahasa yang popular atau biasa digunakan (tidak
terlalu formal).
2. Macam-Macam Karangan Non
Ilmiah
1) Cerpen :
Suatu bentuk prosa naratif fiktif. Sebuah karangan yang menceritakan tentang
suatu alur cerita yang memiliki tokoh cerita dan situasi cerita terbatas.
2) Dongeng :
Suatu kisah yang diangkat dari pemikiran fiktif dan kisah nyata, menjadi suatu
alur perjalanan hidup dengan pesan moral yang mengandung makna hidup.
3) Novel :
Bentuk sastra yang paling popular di dunia. Yang merupakan karangan sastra yang
mempunyai unsure intrinsik dan ekstrinsik yang keduanya saling berhubungan.
4) Drama : Suatu
aksi atau perbuatan. Adalah suatu bentuk karangan sastra yang memiliki bagian
untuk diperankan oleh actor.
3. Sifat Karangan Non Ilmiah
1) Emotif yaitu
sedikit informasi, kemewahan & cinta menonjol, melebihkan kebenaran,
mencari keuntungan, tidak sistematis.
2) Persuasif yaitu
Cukup informatif, penilaian fakta tidak dengan bukti, bujukan untuk meyakinkan
pembaca, mempengaruhi sikap dan cara berpikir pembaca.
3) Diskriktif yaitu informatif sebagian
imaginatif dan subyektif, nampaknya dapat dipercaya, pendapat Pribadi.
4) Kritik
tanpa dukungan bukti yaitu tidak memuat informasi spesifik, berisi bahasan
dan kadangkadang mendalam tanpa bukti, berprasangka menguntungkan atau
merugikan, formal tetapi sering dengan bahasa kasa
4. Ciri-ciri Karangan Non Ilmiah
1)
ditulis berdasarkan fakta pribadi.
2)
fakta yang disimpulkan subyektif.
3)
gaya bahasa konotatif dan popular.
4)
tidak memuat hipotesis.
5)
penyajian dibarengi dengan sejarah.
6)
bersifat imajinatif.
7)
situasi didramatisir.
8)
bersifat persuasif.
9)
tanpa dukungan bukti.
5. Contoh karangan non ilmiah
Terdapat beberapa contoh karangan non
ilmiah diantaranya adalah:
Novel, cerpen, dongen, dan naskah
drama. Penulisan tersebut tidak dibatasi oleh fakta namin dapat berisikan ilustrasi
dan imajinasi penulis.
METODE ILMIAH
1. Pengertian Metode Ilmiah
Menurut Almadk (1939),” metode ilmiah adalah cara menerapkan prinsip-prinsip logis terhadap
penemuan, pengesahan dan penjelasan kebenaran. Sedangkan Ostle (1975)
berpendapat bahwa metode ilmiah adalah pengejaran terhadap sesuatu untuk
memperoleh sesuatu interelasi.” Metode ilmiah merupakan suatu prosedur
(urutan langkah) yang harus dilakukan untuk melakukan suatu proyek ilmiah
(science project).
Menurut Wikipedia
bahasa Indonesia, Metode ilmiah atau proses ilmiah (scientific method)
merupakan proses keilmuan untuk memperoleh pengetahuan secara sistematis
berdasarkan bukti fisis. Ilmuwan melakukan pengamatan serta membentuk hipotesis
dalam usahanya untuk menjelaskan fenomena alam. Prediksi yang dibuat
berdasarkan hipotesis tersebut diuji dengan melakukan eksperimen. Jika suatu
hipotesis lolos uji berkali-kali, hipotesis tersebut dapat menjadi suatu teori
ilmiah.
2. Tujuan Penulisan Metode
Ilmiah
1.
Untuk meningkatkan keterampilan, baik dalam menulis, menyusun, mengambil
kesimpulan maupun dalam menerapkan prinsip-prinsip yang ada.
2. Untuk
meningkatkan pemahaman penulisan dangan mekanisme yang telah ditentukan.
3. Merupakan
suatu pengejaran terhadap kebenaran yang diatur oleh pertimbangan -pertimbangan
logis.
4. Untuk mencari ilmu pengetahuan yang dimulai
dari penentuan masalah, pengumpulan data yang relevan, analisis data
dan interpretasi temuan, diakhiri dengan penarikan kesimpulan.
5. Mendapatkan
pengetahuan ilmiah (yang rasional, yang teruji) sehingga merupakan pengetahuan
yang dapat diandalkan.
3. Sikap Ilmiah
Sikap ilmiah
merupakan sikap yang harus ada pada diri seorang ilmuwan atau akademisi ketika
menghadapi persoalan-persoalan ilmiah untuk dapat melalui proses penelitian
yang baik dan hasil yang baik pula. Beberapa sikap ilmiah yang bisa didapat
saat melaksanakan metode penulisan ilmiah adalah sebagai berikut :
1. Pengembangan rasa ingin
tahu yang tinggi terhadap suatu data.
2. Mengembangkan
sikap obyektif atau menghindari keberpihakan dalam melakukan penelitian.
3. Terbuka artinya dapat
menerima pandangan atau gagasan orang lain.
4. Bersikap berhati-hati
dalam mengambil keputusan /kesimpulan suatu data.
5. Jujur dan tekun dalam
meneliti data.
4. Langkah-langkah Penulisan
Ilmiah
1. Merumuskan
Masalah
2. Merumuskan
Hipotesis
3. Mengumpulkan
Data
4. Menguji
Hipotesis
5. Mengolah data (hasil) percobaan dengan menggunakan metode statistik
6. Kesimpulan
7. Menulis laporan Ilmiah
Sumber: