DAMPAK TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN TERHADAP ETIKA BISNIS
Tanggung jawab sosial juga erat kaitannya dengan etika
bisnis. Etika bisnis adalah serangkaian nilai moral yang akan membentuk
perilaku perusahaan. Perusahaan menciptakan produk/jasa tidak boleh melanggar hak kekayaan
intelektual dan para pengelola
perusahaan dituntut lebih profesional dalam menjalankan bisnis melalui
melalui tata kelola perusahaan yang baik ( good corporate governance).
Perusahaan mempunyai tanggungjawab sosial ( corporate social
rensponsibility) kepada pelanggannya, kreditor, pemegang saham, karyawan, lingkungan
serta komunitasnya. Sebagai akibat keputusan yang tidak etis, maka perusahaan
dihadapkan pada persoalan gugatan hukum dan pada akhirnya akan berimplikasi
pada nilai perusahaan itu sendiri.
Bentuk Tanggung Jawab Sosial
>>
Tanggungjawab Kepada Pelanggan
Produksi : Perusahaan harus memastikan bahwa
barang tersebut menjamin keselamatan pengguna dan aman bila dikonsumsi.
Penjualan : Informasi yang disampaikan kepada
masyarakat tidak menyesatkan dan sesuai dengan kondisi yang sebenarnya,
>>
Tanggungjawab kepada Kreditor
Perusahaan
yang baik harus dijalankan dengan prinsip akuntanbilitas dan transparasi,
sehingga semua pihak mengetahui bagaimana pengelolaan perusahaan tersebut
dijalankan.
>>
Tanggungjawab kepada Pemegang Saham
Perusahaan harus dapat memberikan imbalan yang pantas
atas sejumlah dana yang telah ditanamkan pemagang saham, dan menjamin
keberlangsungan perusahaan.
>>
Tanggungjawab kepada Karyawan
Perusahaan
mempunyai tanggungjawab kepada karyawannya seperti : rasa aman, kesempatan yang
sama dan perlakukan yang wajar. Di Indonesia hubungan perusahan dengan karyawan
telah diatur kedalam UndangUndang tentang ketenagakerjaan, yang mengatur hak
dan kewajiban karyawan , sanksi dan tanggungjawab perusahaan.
>>
Tanggungjawab kepada Lingkungan
Perusahaan
harus dapat menjamin bahwa seluruh kegiatannya selalu memperhatikan dampak yang
dapat merusak lingkungan
>>
Tanggungjawab kepada Komunitas
Ketika
perusahaan membangun suatu basis komunitas, maka perusahaan menunjukkan
kepeduliannya kepada komunitas tersebut.
Cara yang umum dilakukan di Indonesia adalah dengan memberikan bantuan yang
dapat berupa ; bantuan pinjaman, teknis, sponsor kegiatan tertentu dan lain
lainnya.
Akibat Keputusan Yang Tidak Etis
Praktik
bisnis yang tidak etis dapat berpengaruh tidak baik pada nilai perusahaan.
>>
Praktik internal, keputusan yang tidak etis umumnya timbul jika pengambil
keputusan membuat keputusan yang
cenderung untuk maksud kepentingan dirinya sendiri, tanpa memperkatikan
kepentingan stakeholders yang lain serta terhadap lingkungan.
>>
Praktik eksternal, pengambil keputusan membuat keputusan yang cenderung
merugikan kepentingan pelanggan dan lingkungan perusahaan. Contoh : janji-janji
perusahaan yang tidak dipenuhi, perusakan lingkungan, pelanggaran hak kekayaan
intelektual dan lain sebagainya.
Biaya Untuk Memenuhi Tanggungjawab
Sosial
>>
Lingkungan, yaitu biaya yang timbul sebagai akibat memenuhi regulasi pemerintah
akan lingkungan, gugatan atas adanya pencemaran lingkungan
>>
Biaya lain ; yaitu biaya yang timbul sebai akibat gugatan hukum atas praktik
bisnis yang melanggar hak kekayaan
intelektual dan lain sebagainya.
>>
Pelanggan ; biaya yang timbul sebagai akibat biaya berkaitan dengan keluhan
pelanggan, survei keluhan dan kepuasan pelanggan, gugatan hukum dan lain
sebagainya.
>>
Karyawan ; biaya yang timbul sebagai akibat memenuhi keluhan karyawan, gugatan
hukum atas keputusan yang tidak etis dan lain sebagainya.
>>
Pemegang saham, yaitu biaya yang timbul sebagai akibat gugatan hukum atas
ketidakpuasannya terhadap praktik-praktik pengelola perusahaan.
Cara Menjamin Tanggungjawab Sosial
>>
Pelanggan ; yaitu perusahaan menjamin tanggungjawab sosial kepada pelanggaannya
dengan cara : menciptakan kode etik, memonitor keluhan, umpan balik pelanggan.
>>
Karyawan, Cara yang dapat dilakukan oleh perusahaan adalah dengan memenuhi
kententuan peraturan dibidang ketenagakerjaan, membuat kesepakatan kerja
bersama, kode etik karyawan,etika kerja dan lain sebagainya.
>>
Pemilik, cara yang dapat dilakukan adalah memberikan laporan kinerja perusahaan
secara transparan dan akuntabel seraca periodik.
>>
Lingkungan, cara perusahaan untuk meyakinkan ini misalnya seperti : pembuatan
pengelolaan sampah, pengelolaan bahan beracun dan berbahaya, pengelolaan gas
buang dan lain sebagainya.
Manfaat dan Tujuan Tanggung Jawab
Sosial Perusahaan
Manfaat adanya CSR
melibatkan pihak-pihak yang berkepentingan baik pihak internal maupun eksternal
yang terdiri atas perusahaan, masyarakat, dan pemerintah. Bagi perusahaan,
manfaat adanya CSR adalah membangun
citra positif perusahaan di mata masyarakat dan pemerintah sehingga perusahaan
dapat menunjukkan bentuk-bentuk tanggung jawab sosial perusahaan yang
diimplementasikan oleh perusahaan tersebut. Bagi masyarakat, manfaat CSR adalah kepentingan masyarakat dapat
terakomodasi oleh perusahaan. Selain itu, manfaat lainnya bagi masyarakat
adalah memperat hubungan masyarakat dengan perusahaan dalam situasi win-win solution. Manfaat CSR bagi pemerintah adalah memiliki partner dalam menjalankan misi sosial
dan misi pemerintah dalam hal tanggung jawab sosial yang di masa depannya
pemerintah juga mempunyai peran ikut serta dalam mengakomodasi masyarakat dalam
memenuhi kebutuhannya, terutama kebutuhan mutlak dan kebutuhan primer.
Tujuan adanya CSR adalah
agar perusahaan dapat membagi kegiatan yang dilakukan sesuai dengan norma-norma
moral dan etika. Dengan perusahaan membagi kegiatan yang dilakukan sesuai
dengan norma-norma moral dan etika, perusahaan dapat menciptakan produk yang
mampu memenuhi kebutuhan para penggunanya. Selain agar perusahaan mampu membagi
kegiatan sesuai dengan norma moral dan etika, CSR juga mempunyai tujuan agar perusahaan dapat menyediakan
informasi dan melakukan promosi yang jujur dan benar mengenai produk yang
dihasilkan. Pada perusahaan manufaktur, CSR
merupakan elemen yang sangat penting karena dengan adanya CSR,
perusahaan memberikan informasi mengenai komposisi, manfaat, tanggal
kadaluwarsa produk, kemungkinan efek samping, cara penggunaan yang tepat,
kuantitas, mutu, dan harga dalam kemasan produknya untuk memungkinkan konsumen
dapat mengambil keputusan yang rasional apakah akan menggunakan atau tidak akan
menggunakan produk tertentu
DAMPAK TANGGUNG
JAWAB TERHADAP ETIKA BISNIS
Hasil Survey
"The Millenium Poll on CSR" (1999) yang dilakukan oleh Environics
International (Toronto), Conference Board (New York) dan Prince of Wales
Business Leader Forum (London) di antara 25.000 responden dari 23 negara
menunjukkan bahwa dalam membentuk opini tentang perusahaan, 60% mengatakan
bahwa etika bisnis, praktik terhadap karyawan, dampak terhadap lingkungan, yang
merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) akan paling
berperan. Sedangkan bagi 40% lainnya, citra perusahaan & brand image-lah
yang akan paling memengaruhi kesan mereka.
Hasil survey ini
menunjukan bahwa tanggung jawab sosial sangat berperan dalam pembentukan opini
sebesar 60% dan salah satunya merupakan etika bisnis. Tanggung jawab sosial
perusahaan sangat mempengaruhi kinerja segala aspek misalnya lingkungan,
karyawan sehingga mendorong etika bisnis dalam perusahaan tersebut.
Kepedulian kepada
masyarakat sekitar/relasi komunitas dapat diartikan sangat luas, namun secara
singkat dapat dimengerti sebagai peningkatan partisipasi dan posisi organisasi
di dalam sebuah komunitas melalui berbagai upaya kemaslahatan bersama bagi
organisasi dan komunitas. CSR bukanlah sekedar kegiatan amal, melainkan CSR
mengharuskan suatu perusahaan dalam pengambilan keputusannya agar dengan
sungguh-sungguh memperhitungkan akibat terhadap seluruh pemangku kepentingan
(stakeholder) perusahaan, termasuk lingkungan hidup.
Sumber : http://dillahsalasa.blogspot.co.id/2014/10/tanggung-jawab-sosial-perusahaan_19.html
Sumber : http://dillahsalasa.blogspot.co.id/2014/10/tanggung-jawab-sosial-perusahaan_19.html
http://rudybinary.blogspot.co.id/2012/10/tanggung-jawab-sosial-perusahaan.html
0 komentar:
Posting Komentar